Prasyarat untuk layak bergabung (menyertai) Brigade al Qassam – BRIGED HAMAS

Prasyarat untuk layak bergabung (menyertai) Brigade al Qassam – BRIGED HAMAS      
Written by Ridlwan   
Friday, 09 January 2009 07:39
 

” Para recruiter Al Qassam, contohnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi Barat. Pemuda yang tak pernah meninggalkan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik parajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestin yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap akan diterima sebagai personal Al Qassam.

Arrahmah.com – Hari Sabtu, hari yang disucikan kaum Yahudi diingkari sendiri oleh tentara Zionis. Di hari larangan membunuh, keluar, dan berniaga itu, pasukan darat negeri zionis rasmi menyerang Gaza, Palestin. Mereka disambut meriah dengan roket-roket jarak dekat pejuang Hamas (Haraqah Al Muqawamah Al Islamiyah, Gerakan Perlawanan Islam).

Pemimpin Hamas Khalid Misyal dari pos komandannya di Syiria sudah memerintahkan setiap pejuang Hamas melawan. Khalid menjanjikan neraka bagi setiap tentara Israel yang menginjak tanah Gaza. Mengapa Hamas begitu berani?

Padahal, dari perkiraan matematik pertahanan, kekuatan dua pasukan sangat tempang. Bagai bumi dan langit. Israel Defence Forces (IDF, angkatan bersenjata Israel) setidaknya mempunyai 176 ribu infantri bersenjata lengkap. IDF juga mendapat dokongan serangan udara dari 286 ambush helicopter, dan 875 jet tempur berkelajuan supersonik. Juga, 2800 kereta kebal dan 1.800 senjata artileri (meriam, roket, pelancar roket) yang semuanya on load.

Sebaliknya, Hamas hanya berkekuatan maksimum 20.000 pejuang. Tanpa pesawat tempur, jet, atau helikopter patrol satu pun. Mereka hanya menggunakan roket Al Banna dan Al Yaasin, ubahsuai roket PG-2 Rusia yang mampu menghancurkan tank Merkava dalam jarak 500 meter. Roket lainnya, yang juga hasil ubahsuai, maksimum hanya boleh terband sejauh 55 kilometer. Itu hanya cukup untuk sampai di Kota Sderoth, yang bukan jantung komandan Israel.

Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka menggunakan roket Rayyan, ubahsuai dari roket SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah (Lebanon) untuk memusnahkan helikopter dan UAV Israel.

Tak Percaya Statistik

Tapi, Hamas memang tak pernah percaya statistik. Apatah lagi kalau cuma di atas kertas. Buktinya, sejak didirikan Syekh Ahmad Yasin pada 14 Desember 1987, Hamas terus membesar.

Untuk melawan Israel, Hamas membentuk sayap militer Brigade Izzudin Al Qassam. Anggotanya harus melalui pemilihan yang ketat. Mereka diambil dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak dan keimanan.

Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi Barat. Pemuda yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik prajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestin yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap akan diterima sebagai personel Al Qassam.

Parajurit ikhlas dan bebas maksiat memang menjadi modal utama. Sebab, Hamas yakin kemenangan bukan semata-mata hitungan senjata, tapi juga faktor “langit”. Mereka percaya dengan perlindungan malaikat yang sudah tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 parajurit Nabi Muhammad berjaya menumbangkan 1,300 musuh dalam Perang Badar (2 Hijriah).

Sikap itu hasil didikan gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang didirikan Hasan Al Banna di Mesir pada 1928. Syekh Yasin adalah kader IM sejak dipenjara karena ceramahnya pada 1965. Di penjara, putra Palestin asli kelahiran Desa Jaurah, 20 kilometer utara Gaza 1936 itu, bergabung dengan cabang IM Palestin yang berdiri pada 1935. Yasin syahid diterjah roketl Israel pada subuh, 22 Mac 2004.

Maka, pola latihan Al Qasaam juga pengembangan dari Nizham Khash (Biro Khusus) IM yang dibentuk di Kairo, Mesir, 1940. Pada perang Arab-Israel pertama 1948, Nizham mengirim 3.000 parajuritnya melawan Israel. Nizham juga berperanan dalam perang Terusan melawan Inggeris, 1951. Dalam aktiviti seharian, Nizham memakai sistem sel tertutup. Satu anggota tak mengenal anggota lain, kecuali dalam satu usrah (grup) yang terdiri atas tujuh sampai 10 orang.

Dalam kitab At Tarbiyah As Siyasiyah ‘Inda Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin karangan Utsman Abdul Mu’iz Ruslan (diterjemahkan Era Intermedia, Solo, 2000) halaman 575-583, latihan Nizham diagihkan dengan detil. Di antaranya, mereka mempelajari seni bela diri, senjata api, perang gerila, bom dan bahan peledak, topografi, menyelam, serta penyeludupan ketenteraan.

Mereka juga ahli ilmu sebaran, dilatih mempublikasi propaganda dan mempunyai semua maklumat institusi Yahudi di Mesir dan Timur Tengah. Selain itu, anggota Nizham mempelajari tafsir Alquran, menghafal 40 hadits Imam Nawawi, berpuasa sunat, dan disiplin membaca Alquran minimum 1 juz satu hari.

Sistem Nizham ditiru Al Qassam. Bekal mental penting kerana setiap hari mereka diburu pasukan khusus Israel, Sayerat Matkal. Tapi, kematian memang jadi slogan impian tiap anggota Hamas (as syahid asma’ amanina). Yang sudah meraihnya akan di-upload di website rasmi http://www.alqassam.ps….

Selain operasi ketenteraan, Hamas berhadapan dengan agen intelligent terhebat sedunia HaMossad leModi’in uleTafkidim Meyuhadim (Mossad). Guru MI5 Inggeris dan CIA itu amat piawai dalam menyamar. Seorang agen Mossad boleh tampil berserban dan berjanggot laksana Syeikh, tapi berceramah tentang hidup damai bersama Israel.

Agen Mossad juga boleh tampil seperti Bernard Madoff, perayu kelas kakap yang berjaya mencipta krisis kewangan dunia. Senyum manis ditambah taburan dolar dapat membuat politik parlimen dan berbagai cabang politik lain di Palestin pecah belah.

Untuk melawan Mossad, Hamas mengambil dokongan total dari rakyat Palestin. Hamas memang tinggal bersama mereka. Hamas membantu rakyat saat krisis datang, menjadi guru madrasah anak-anak mereka, dan membangun terowong jalur penyeludupan bawah tanah Rafah (Mesir)-Gaza agar bayi-bayi Palestin punya susu untuk diminum. Hamas juga santun kepada 3.000 warga Kristian di Gaza. Tidak hairan, dalam pilihan raya pada 25 Januari 2006, Hamas mengutip suara terbanyak.

Mereka juga mempunyai hubungan dengan gerakan di luar negeri yang mampan. Ulama Hamas Dr Nawwaf Takruri, pensyarah Universiti An-Najah Nablus, bahkan pernah berceramah di Masjid As Syukur, 200 meter sebelah selatan pejabat Graha Pena, Jawa Pos, Jakarta pada November 2007. Dalam perang kali ini, mereka juga dibantu cabang jihad lain di Gaza.

Kerana itu, banyak pemerhati ketenteraan menilai keganasan ini bakal sambung menyambung sepanjang 2009. Sebab, kader-kader Hamas di Palestin dan seluruh dunia sudah berjanji tak akan mengebarkan bendera putih. Mereka yang hanya punya batu akan terus melontar, roket akan terus dilancarkan.

Mereka yang tak dapat datang ke medan perang, akan menyumbang harta, tulisan propaganda, dan doa-doa sepanjang malam. PM Israel Ehud Olmert, Menhan Ehud Barak, dan Menlu Tzipi Livni, tampaknya bakal gigit jari lagi.

Oleh: Ridlwan

Ridlwan, wartawan Jawa Pos di Jakarta”

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s