Rijal Telah Hilang

Setiap hari bingkisan dari syurga tiba
Mengulangi tentang rindunya pada kuntuman rijal
Mengapa kuntum mekar tidak lagi menghiasi taman?
Di dunia kelopak demi kelopak layu berguguran
Dimamah deretan anai-anai tribulasi zaman
Setiap dekad belum lagi menjadi piala perjuangan
Sebaliknya menjadi takungan air mata
Yang mengalir di pipi perlahan melihat satu demi satu
Bolos pada jaring-jaring robek dimakan tikus

Lukah yang ditanam selama ini tidak lagi seperti semalam
Jerat yang dipasang juga tidak bingkas
Setiap kali pulang hanya diburu kesepian
Di tengah hiruk pikuk mertua dan anak-anak

Dunia semakin tenat
Tetapi sepatu rijal belum lagi kedengaran
Pulang membawa pesanan yang dikirim
Umat masih tertinggung di tangga
Dengan dua tangan bertupang dagu
Mengintai andainya kelihatan
Langkah pulang seorang rijal

Taman syurga semakin riuh dengan bisikan malaikat
Bisikan ingin tahu yang sungguh-sungguh
Siapakah tetamu syurga esok hari
Kerana hari ini dunia mengiklankan kehilangannya
Di sana-sini pada dinding dan tembok tembok
Terpampang pemidang jelas
Bagi siapa yang melintasi dan menatapinya

‘RIJAL TELAH HILANG’

*monolog ar rijal: Ya Rabb,aku ingin menjadi Rijal itu.yang hilang dari pandangan manusia dan hadir di pandangan Mu.. dengan bekas piala perjuangan di dunia untuk jalan ini..tetapi biarlah ku menghadap Mu kelak ketika amanah untuk ummat ini telah dilaksana..dan nikmat ujian Mu dan cabaran jalan ini telah puas ku nimati dan teguk keindahannya

puisi diatas diambil dari blog satu perkongsian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s