Soal Cinta??

Salam ukhwah…

Ketika menulis ini saya sedang membuat revision kerana minggu depan ada dua lagi paper.Paper sedi hari selasa lepas agak ok.Tapi tetap tidak ada apa yang saya boleh katakan lagi selain cuma berdoa supaya berjaya keputusannya.

…………………………………………………….

Minggu lepas , lepas solat maghrib saya mendengar bacaan Quran yang dibaca oleh seorang sahabat.Dia memperdengarkan bacaan surah An-nur dan kami membaca bersama terjemahan surah tersebut. Dia lulusan sekolah agama dan lebih tahu bahasa arab berbanding saya maka dia mengajar saya serba sedikit bahasa arab berdasarkan ayat yang kami baca.

Maka kami sampai pada suatu ayat yang sangat terkenal:

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” -Al Quran (An Nur : 26)

Ayat yang sangat terkenal. Terutama bagi muda mudi yang Quran selalu dibaca olehnya dan dia berada dalam umur bujang seperti saya dan yang lain.

Ayat Allah yang sangat menarik. Tak silapnya asbabun nuzul ayat ini adalah berkaitan fitnah yang dilemparkan kepada Aishah oleh golongan munafiqin ,maka Allah menurunkan ayat ini untuk membela Aishah.

Tetapi saya bukan mahu membicarakan tentang soal tafsiran ayat ini.Tetapi apa yang boleh kita belajar dan berinteraksi terutama bagi semua yang masih bujang.

Jelas ayat Allah menerangkan tentang lelaki baik untuk perempuan yang baik.Tetapi , tidakkah kita lihat  ada juga seorang perempuan mendapat jodoh dengan lelaki yang sikapnya dan akhlaknya tidak berapa elok menurut mata pandang kita.

Menurut Ustaz Maszlee Malek dalam sebuah forum yang saya lihat dalam youtube, ayat ini secara general nya begitu. Dan memang betul pun begitu.

Bagi saya, ayat ini sebenarnya lebih kepada sebagai peringatan. Anda inginkan wanita yang baik untuk anda,adakah anda cukup baik? Jika anda sendiri pun ada yang belum sempurna , ada yang belum rapi,ada yang belum mantap. Adakah anda yakin seorang wnaita juga inginkan anda? Kerna wanita itu juga menginginkan pasangan hidupnya dalam menjalani kehidupan adalah orang yang hebat dan mantap.

Adakah wanita itu mahukan seorang yang layu dan longlai untuk menakhoda dan menemani hidupnya? Kalau anda wanita itu, adakah anda mahu?

Saya bukan lelaki yang baik , maka saya bertanya diri saya adakah layak bagi saya seorang wanita yang hebat???

Adakah layak bagi saya mendapat seorang wanita yang mantap pegangannya dan perjuangannya kalau saya cuma seorang “budak kecil” walaupun umur saya sudah matang.

Adakah layak bagi saya mendapat wanita yang mantap ibadahnya dan cintanya hanya untuk Tuhannya sedangkan diri saya penuh tertipu dengan cinta nafsu dunia?

Dahulu,sebelum tarbiyah membina saya, saya pernah bercouple dan saya pernah berbual kembali dengan bekas teman saya .Saya bertanya dia : ” Kenapa sekarang dengan si XXX? Bukan U suke bad boys ke?”

Bekas teman saya menjawab ” Nak enjoy-enjoy dulu-dulu boleh la bad boys..seronok. Tapi untuk future,mesti nak yang baik”.

Lihat.Fitrah manusia ingin kan kebaikan.Tetapi manusia yang memilih keburukan daripada memilih yang haq.

Dalam hal jodoh seperti ini,ayat Allah dengan jelas menyuruh kita berfikir.

Kalau lah diri kita ini kurang,apa kata saya ringkaskan dan objektifkan kurangnya dari segi :

  • akidahnya-masih percaya pada tahyul.Nak ke toilet pun takut hantu
  • ibadah-solat 5 waktu tinggal.Qiam liat nak bangun.Quran malas baca.Puasa pun cilok-cilok
  • akhlaknya-peribadi tak dijaga
  • tingkah laku- yang ini anda sendiri jelas

Ini yang paling ringkas. Tak pula kita sentuh faktor kewangan,kreadibiliti,akademik dan lain-lain. Ada sahabat saya mengatakan jangan takut dalam hal nikah terutama kestabilan kewangan. Benar, kita sendiri tak takut.Tapi anda bukan bernikah dengan batu.Anda bernikah dengan anak seseorang dan ayah dan ibunya beranikah melepaskan anak yang dibela sejak lahir kepada seorang lelaki yang tak sempurna dalam banyak segi. Rezeki memang benar dalam banyak bentuk.

Yang saya katakan disini bukanlah sampai anda punya gaji besar atau rumah sendiri(kalau itu ada,cukup bagus) tetapi anda sudah independant dan mandiri. Anda tidak lagi takut untuk mengharung hidup dan tidak bergantung harap lagi.

Saya menyokong bab nikah.Siapa yang tidak? Bahkan itu yang dituntut dalam perjuangan. Tetapi saya cuma menyatakan pendirian saya kepada segelintir yang lebih mengutamakan bab ini dalam perjuangan yang mereka lakukan dan seakan-akan inilah yang utama.Nikah cumalah satu alat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Berbalik kepada ayat Allah yang kita utarakan tadi. Cuba anda bayangkan jika anda banyak yang kurang, dan anda menikahi seorang wanita yang sangat baik akhlaknya,akidahnya,taqwanya malah ibadahnya sedangkan anda yang sepatutnya menakhoda rumah tangga Islam.Apa yang akan jadi? Bahkan anda menzalimi wanita itu.

Tetapi cuba anda bayangkan, anda seorang yang sentiasa membina kemantapan akidah anda,meningkatkan kehebatan ibadah anda,mencantikkan akhlak anda dan tambah pula anda seorang yang tak pernah lelah untuk membawa ummat mencari redha Allah,saya tidak rasa anda akan risau kepada anak-anak anda kerna ketika anda sibuk dengan sebuah perjuangan di luar rumah, anak anda terjaga kerna punya ibu yang hebat.

Anda bayangkan ketika anda bangun malam dan bertemu Tuhan anda, anda bersama isteri anda dan bersama mencari redha Tuhan dalam sujud?

Ketika anda barangkali dizalimi kerana membawakan Islam, wanita yang anda cintai tetap sabar dan mampu membina anak-anak anda menjadi barisan mujahid dan pembela Islam?

Dan lagi indah anda bersama dia dalam medan juang dan medan jihad.

Bukan kah itu indah?

Saya teringat kata-kata yang sangat terkenal:

Jika dirimu tak sehebat Ali R.A jangan lah mendamba wanita sehebat Fatimah Az-Zahra’ “

Dan dalam keadaan itu,memang benar.

Anda inginkan seorang “Fatimah Az-Zahra’ ” maka jadilah seperti “Ali R.A” dan mungkin anda akan dikurnia mujahid sehebat ” Hassan R.A dan Hussin R.A”

Sekarang saya mengutip sebuah tulisan dari seorang aktivis :

Lelaki ini adalah Otak Staretegi Perang “Parit”
Di Madinah seorang Muslimah, telah mengambil hatinya
Bukan sebagai KEKASIH….
Tapi sebagai sebuah PILIHAN..

Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Menikah.

Iya hanya Menikah, jalan itu…
Tapi Madinah adalah tempat asing untuknya…
Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya
Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang….

Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah
berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan.

Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.

Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterus terangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.

Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya!

Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.

Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang bocah perempuan
Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah.
Nama bocah perempuan itu…..

Maka berkelebatlah Kenangan
Tentang sahabatnya itu ….Thalhah

Thalhah lah lelaki yang mengatakan
Pada perang Uhud
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”
“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

Tapi ia juga yang membuat Arsy Alloh bergetar dengan perkataannya
Maka Alloh menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelima puluh tiga surat Al Ahzab.

Ini di sebabkan
Ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya

Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka.
Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.

Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati,
“Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Maka bergetarlah Langit
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.

Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya.
Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah sebaik-baiknya Raja
Sepeninggal Khalifah ke empat Ali Bin Abu Thalib

Hatinya, bergetar dan ia tahu
Dia telah Jatuh cinta
Pada seorang Muslimah Sholeha…
Rakyatnya

Tak ada yang istimewa
Pada wanita itu dari segi kecantikannya
Justru itu lah yang membuatnya Jatuh Cinta

Maka dengan kekuasaanya
Ia menikahi wanita itu…

Tapi ia tak tahu
Ia tak pernah bisa
MENIKAHI HATI WANITA ITU……

Wanita itu telah melatakan hatinya
Pada pemuda desanya….

Hingga di keheningan malam
Di 1/3 terakhir
Terdengarlah olehnya
Bait-bait
Puisi dalam lantunan Doa….
Tentang kerinduannya
Pada pemuda desa itu…

Ia sadar
Ini adalah DEKLARASI JIWA istrinya
“Aku Tak Mencintaimu”

Maka dengan berat hati
Ia ceraikanlah istrinya

Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sofyan
Duta pertama dari Rasulullah Saw
Yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara
Kepada Nabi Saw

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah IDEOLOG IKHWANUL MUSLIMIN
Orang no 2 yang sangat berpengaruh setelah Hasan AlBanna, pada Harokah itu..

Ia adalah lelaki Sholeh
Dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis desanya
Namun gadis desa itu menikah
3 tahun setelah Lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk Belajar
hal ini membuat ia sedih
namun ia tak mau larut dalam kesedihannya

kisah cintanya ia mulai dari awal lagi.
Ia kemudian jatuh hati pada Wanita Kairo.
Meskipun tidak terlalu cantik,
Ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tesebut.

Tapi pengakuan bahwa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan laki-laki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini

Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fisik maupun hatinya
Akhirnya Ia membatalkan menikahi gadis tersebut.
Hal ini membuat Lelaki itu sedih cukup lama….

Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut
Namun apa yang terjadi?? Ditolak.
Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.

Yang luar biasa adalah, Lelaki Ini sadar dirinya berada dalam alam realitas.
Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan ideal.

Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”,

Energi itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun.
Menulis karya monumentalnya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an” (dalam naungan al qur’an).

Dan Syahid di tiang gantungan.
Sendiri!!!
Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita.
Benar-benar sendirian!!

Lelaki ini adalah
SAYYID QUTHB

Lelaki yang Alloh Maha Tahu…
Bahwa dirinya Lebih di HAJATKAN LANGIT…
Daripada wanita bumi….

Cinta memang tak harus memiliki…

Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb

Kita belajar
Bahwa cinta itu harus di letakan di tangan
Bukan di hati
Karena sebelum deklarasi Akad di Ucapkan
Tak ada Hak pada dirimu….!!!
Tentang Wanita yang engkau cintai itu…..!!

Engkau hanya punya doa dan ikhtiar
Selanjutnya biarlah Alloh yang menentukan akhir kisah kita…..

Salman, Thalhah, Mu’awiyyah, Sayyid Quthb
Adalah LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

Tak ada air mata..
Untuk mengenang kegagalan cinta mereka

Yang ada adalah air mata
Dalam doa-doa mereka
Semoga Alloh memberikan gantinya yang lebih baik
Lebih dari segala-galanya..
Di banding wanita itu…..

Sahabat…
Engkau pun Lelaki Penggenggam Hujan
Maka
Jangan Bersedihlah

Adakah anda lelaki lelaki itu??? Kalau anda lelaki lelaki itu,syabas!!!  Mari kita bersama membina diri menjadi lelaki lelaki itu..Lelaki penggenggam hujan!!

One thought on “Soal Cinta??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s