Transformasi Cinta : Dari Berahi menuju Syari’e

Salam.ketika sedang menulis , tersedar saya di tag oleh seorang akh. Credit to akh shahrul. Dan saya yakini kalam dari Tuhan yang dicernakan dengan indah ini patut kita kongsikan untuk manfaat bersama.

 

Wallahualam.

…………………………………………………………………………………………..

 

Bismillahirrahmanirrahim.

 

Allhumma Sholli A’la Muhammad,wa a’la aalihi Muhammad.

 

Alhamdulillah..kita sudah selesai mentadabbur bagian dari surah Yusuf A’laihiSalam pada artikel lepas.Artikel ini merupakan sambungan dari artikel Serial Tadabbur surah Yusuf.Untuk lebih memahami perjalanan artikel ini,saya memohon kepada para pembaca agar terlebih dahulu membaca siri 1 dari serial tadabur ini,iaitu Romantika Yusuf A’laihisalam.

 

 

Subhanallah walhamdulillah.Segala puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan sebaik-baik kisah buat kita semua.Surah yang di turunkan untuk menenteramkan hati kekasihNYA yang sedang gundah gulana.Surah yang di dalamnya,terkandung pelbagai makna dan pesan-pesan Ilaahiyah.

 

“Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah kisah dengan jalan Kami wahyukan kepadamu Al-Quran ini, padahal sebenarnya engkau sebelum datangnya wahyu itu, adalah dari orang-orang yang tidak pernah menyedari akan halnya.” (Yusuf:3)

 

Alhamdulillah.Pada penulisan lepas,kita sudah mentadaburri beberapa perkara.Antara hal penting yang ingin saya tegaskan di sini ialah,betapa Nabi Yusuf A’laihissalam telah meneladankan kepada kita,beberapa kiat kiat nyata untuk menhindari dari kebahayaan zina.Sekurang-kurangnya ada 4 hal yang di tunjuki baginda Nabi Yusuf A’laihiSalam,iaitu :

 

1)     Sentiasa memohon perlindungan pada Allah SWT dan berpegang teguh kepadaNYA.. “inni maa’za Allaah..”

 

2)     Kepentingan untuk mendidik hati dengan Iman dan Taqwa sejak dini (kecil),agar hati kan senantiasa melahirkan sentakan-sentakan Iman pada saat kita berada dalam kancah kemaksiatan (*).Ini di inspirasikan daripada kesedaran Nabi Yusuf a’laihissalam untuk tersentak dari terus tergoda…”wa laqad hammat bihi,wahamma biha..laula anraa burhana rabbihi..”.Juga pentingnya peran para ibu-bapa untuk mendidik anak-anak.

 

 

3)     Berpaling dan berlari daripada sumber kemaksiatan..Ini di teladankan dari reaksi Nabi Yusuf A’laihissalam yang berpaling dan berlari dari Imraatul A’ziz,hingga terkoyak belakang bajunya.

 

4)     Memisahkan diri terus (isolasi) daripada godaan yang akan mendatangkan syahwat,Subhanallah.Saat godaan makin berleluasa,sehingga para wanita pembesar kota itu semuanya berkehendak kepada Baginda,maka penjaralah yang lebih di cintainya untuk mengisolasi dirinya dari semua godaan itu…”Robbis sijni ahabbu ilaiyyaa..”

 

…………………………………………………………………………………..

 

 

<Photo 1>

 

Tranformasi cinta : Dari Berahi kepada Syari’ee.

 

Qad syaghaffaha hubba!

 

 

 

 

“Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata.”[30]

 

Maka apabila ia mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada – tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka”. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!” [31]

 

(Zulaikha) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.”[32]

Menurut Zaid bin Aslam, perempuan-perempuan itu tergila-gila kepada Yusuf, sehingga tidak sadar dan kehilangan akal karena pemandangan yang mereka lihat. Melihat kejadian itu, gembiralah Imra’atul Aziz.

 

“Imra’atul Aziz,” tulis Sayyid Quthb dalam Fi Zhilal Qur’an, “Melihat bahwa dirinya telah dapat mengalahkan perempuan-perempuan golongannya itu, dan mereka tercengang, terkagum-kagum, dan tergila-gila dengan munculnya Yusuf di hadapan mereka. Maka, berkatalah perempuan itu atas kemenangannya dengan tidak merasa malu-malu di depan perempuan-perempuan lain yang sejenis dan sekelas dengannya. Dan, dia membanggakan diri terhadap mereka bahwa Yusuf ini berada di dalam genggaman tangannya , meskipun dia tidak mematuhinya pada suatu kali (untuk mengajaknya berbuat serong). Tetapi,dia dapat mengendalikannya pada kali ini.(daripada hal ketaatan Yusuf A’laihiSalam kepadanya untuk keluar menampakkan diri saat di perintahkan Imra’atul Aziz.).”

 

 

Maka, kali ini tanpa rasa segan dan tanpa rasa malu, Imraa’tul Aziz mengakui di hadapan para perempuan kota itu bahwa ia memang menggoda Yusuf agar mau menjamah dirinya dan bersetubuh dengannya. Namun, ia juga mengakui bahwa Yusuf menolak mengikuti ajakannya itu (Yusuf 32). Rasa cinta yang didominasi oleh nafsu syahwati telah membuatnya menjadi perempuan yang menakutkan.

 

“Sesungguhnya,” kata Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsirnya, “Cintanya (Ra’il) kepada Yusuf telah merobek selaput jantung yang meliputinya, lalu tenggelam di dalam lubuknya. Maka dikuasailah dia oleh cintanya itu, sehingga tidak peduli lagi dengan akibat pelanggarannya atau nasib yang akan terjadi padanya.”

 

Dan demi menahan dirinya dalam kesucian dan menjauhi fitnah perempuan itu, Yusuf pun berdoa dan memilih dipenjara sesuai dengan ancaman Ra’il tempo hari. Akhirnya Yusuf pun dipenjara oleh ayah angkatnya sendiri, Menteri Kewangan Mesirr.

 

Selanjutnya, mari kita melompat lagi hingga ke adegan dimana Raja Mesir Ar Rayyan bin Al Walid telah memperoleh takwil mimpinya. Maka, ia pun ingin mengundang Yusuf agar menjadi orang kepercayaannya. Namun, Yusuf tidak mau dan meminta Raja Ar Rayyan melakukan penyiasatani atas kes perempuan-perempuan yang melukai tangannya. Ia ingin menunjukkan bahwa ia tidak pernah mengkhianati ayah angkat sekaligus tuannya. Hasilnya tentu saja menguntungkan Yusuf karena akhirnya kebenaran dapat ditegakkan dan menggantikan kezhaliman yang menimpanya.

Al-Quran merakamkan saat-saat tertuduh tewas dalam menghadpai perbicaraan.”Sekarang jelaslah kebenaran itu,” kata Imraatul Aziz melihat bahwa kebenaran dan keadilan telah meninggi dan memenuhi ufuk langit, “Akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.” (Yusuf 51)

 

Nah, inilah titik balik yang dialami oleh Imraatul Aziz.Ia mengakui kesalahannya dan ia pun bertaubat. Taubat nasuha. Taubat sesungguh-sungguhnya. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang,” ujar Ra’il (Yusuf 53).

 

Bahkan, kemudian ia menanggalkan kesyirikan yang melekat di dalam hatinya dan kini telah tergantikan oleh ketauhidan yang murni. Kini ia menjadi seorang yang berada dalam keterserahan diri di hadapan Allah. Namun, ternyata masih ada yang belum berubah di dalam hatinya. Perempuan ini masih mencintai seseorang yang dirayunya berbuat keji dahulu. Imraa’tul Aziz masih mencintai Yusuf. Ia masih mencintainya meskipun sudah belasan tahun ia dipenjara.

“Jadikanlah aku Menteri Keuangan (Mesir),” pinta Yusuf kepada Raja Ar Rayyan, “Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf 55)

 

Permintaannya pun dipenuhi. Raja pun memecat Menteri Kewangan Qithfir dan me-reshufle kabinetnya. Ia mengangkat Yusuf menjadi Menteri Kewangan yang baru. Menurut Mujahid, beberapa malam setelah dipecat dari jabatan kementeriannya, Qithfir pun meninggal. Kemudian Raja Ar Rayyan berinisiatif untuk menikahkan Yusuf dengan janda Qithfir: Ra’il binti Ra’ayil (Imraatul A’ziz)!

 

Di kamar pengantin, di malam pertama mereka, Yusuf dan Ra’il berdua saja. Kini pintu kamar telah tertutup, dan tidak ada siapa-siapa selain mereka. Suasana ini seperti yang pernah terjadi belasan tahun silam tatkala mereka berduaan di kamar yang tertutup. Namun, kini berbeda. Kini, Yusuf bin Ya’qub adalah suami Ra’il binti Ra’ayil.

 

 

“Bukankah kesempatan seperti ini lebih baik dan terhormat daripada pertemuan kita dahulu ketika engkau menggebu-gebu melampiaskan hasratmu, wahai Ra’il?” tanya Yusuf kepada pengantin cantik di depannya. Ia mencintainya. Adegan ini dicatat Ath Thabari dalam Tarikh dan Jami’ul Bayan-nya.

 

“Wahai orang yang tepercaya,” jawab Ra’il pada Yusuf, mungkin dengan intonasi yang memanja dan menggemaskan, “Janganlah engkau memojokkanku dengan ucapanmu itu. Ketika kita bertemu dulu, jujur dan akuilah, bahwa di matamu aku pun cantik dan mempesona, hidup mapan dengan gelar kerajaan, dan segalanya aku punya.”

“Namun,” lanjutnya, “Ketika itu aku tersiksa karena suamiku tidak mau menjamah perempuan manapun, termasuk aku. Lantas aku pun mengakui dengan sepenuh hatiku akan karunia Allah yang diberikan atas ketampanan dan keperkasaan dirimu, wahai Nabi Yusuf.”

 

Selanjutnya, mereka menjalani hidup sebagai sepasang suami istri.Ibnu Katsir dalam Qishashul Anbiya’ menuliskan bahwa setelah menikahi Ra’il, Yusuf baru mengetahui bahwa Ra’il ternyata masih gadis (perawan). Penyebabnya adalah karena suaminya yang dulu adalah seorang lelaki mandul yang tidak dapat mencampuri istri-istrinya. Kemudian dari pernikahan Yusuf dan Ra’il itu lahirlah dua orang putra, yakni Afrayim dan Mansa.

 

Kita berhenti sejenak dari kisah ini.Mari kita bersama-sama meneguk kemanisan pesan-pesan Ilaahi yang kita bisa kita ambil dari Surah Yusuf ini.

 

 

Pertamanya,kita melihat betapa dalamnya cinta Ra’il kepada Nabi Yusuf A’laihissalam.Ini  di gambarkan dengan begitu mendalam daripada kalimah “Qad syaghaffaha hubaa.. Demi sesungguhnya,wanita itu telah mabuk cinta !”.

 

Cinta Ra’il di sini memang istimewa. Sejak awal, cinta yang dirasakannya kepada Yusuf selalu didominasi oleh kebutuhan apa yang ada di antara dua paha. Ia begitu terobsesi secara fisik pada lelaki tampan di dalam rumahnya itu. Dorongan birahi dan libido yang begitu menggebu seakan telah memutus urat malunya. Bahkan dalam tataran masyarakat paganis, ia dilecehkan karena tindakannya ingin memperkosa seorang lelaki yang tidak lain dianggap sebagai budak rumahnya.

 

Betapa dalamnya cinta berahii yang di rasakan Ra’il itu mampu menjadikannya sebagai perempuan yang kejam dan melakukan kebohongan terhadap orang lain, fitnah yang keji kepada seorang lelaki jujur dan suci, tipu daya terhadap perempuan lain yang menghinanya, dan kezhaliman memenjarakan orang lain yang tidak bersalah.

 

Kesalahan yang ia lakukan telah bertumpuk-tumpuk hanya untuk memuaskan perasaannya untuk menundukkan lelaki istimewa yang dicintainya itu.Dan dari apa yang dilakukannya itu ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan Yusuf semakin eksis dengan keperibadian dan prinsip-prinsip hidupnya. Ia mampu membersihkan diri dari berbagai kotoran fitnah meskipun harus bersiksa-siksa diri di kungkungan penjara. Sebuah tempat yang paling nyaman baginya dari menghindari fitnah para perempuan. Dan dari dalam penjara pula ia dengan penuh kebijaksanaan mampu menyusun strategi dan langkah-langkah taktis untuk membongkar kedok kezhaliman dan menancapkan pilar keadilan di langit Mesir.

 

Ketika kebenaran telah menjernih, ia bebas. Dan siapa-siapa yang tersalah pun bertaubat. Ra’il berada di titik balik kehidupan. Apa yang dilakukan Yusuf menjadikannya semakin respek kepada lelaki itu, begitu Anis Matta menyebutnya dalam buku judulnya Serial Cinta. Kini perasaan dan kecenderungan yang dirasakannya berubah. Dari gejolak hewani menjadi cinta suci yang tinggi. Dari kerendahan lumpur kali, meninggi ke langit matahari. Dari yang ada di antara dua kaki, menuju yang ada di sekuntum hati.

 

Jika Umar bin Khathab telah menghijrahkan cintanya, dari kecintaan pada diri ke kecintaan pada Sang Nabi, maka Ra’il bin Ra’ayil telah mentransformasikan cintanya, dari cinta semata syahwati ke cinta segenggam hakiki, dari cinta berahi menuju cinta Syariee,Ia mengubah sekalut benang biru, menjadi lukisan langit berpelangi ungu. Ia mampu merubahnya karena ia tahu bahwa ia mau. Dan ia mau merubahnya karena ia tahu bahwa ia mampu. Ketika Umar mengubah ‘siapa’ dalam hirarki cintanya, Ra’il mengubah ‘apa’ dalam keistiqamahan arah cintanya.

 

“Dihiaskan (dan dijadikan indah) kepada manusia: kesukaan kepada benda-benda yang diingini nafsu, iaitu perempuan-perempuan dan anak-pinak; harta benda yang banyak bertimbun-timbun, dari emas dan perak; kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih; dan binatang-binatang ternak serta kebun-kebun tanaman. Semuanya itu ialah kesenangan hidup di dunia. Dan (ingatlah), pada sisi Allah ada tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu Syurga)” (Al-Imran : 14)

 

“Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah, dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak melakukan kezaiman itu)”

(Al-Baqarah : 165)

 

Dari mereka kita belajar.Bahawa,jodoh yang di tentukan oleh Allah SWT buat kita,itu sudah pasti akan siapa gerangan orangnya. Dan,ketentuan ini tidak akan pernah berubah.Cuma, yang menjadi persoalan,pilihan dan ujian ke atas kita ialah akan hal bagaimana kita mendapatkan jodoh itu.Apakah kita memperolehi zauj/zaujah yang sudah di takdirkan buat kita itu dengan redha Allah atau murka Allah?Apakan landasan dan gagasan cinta yang kita bangunkan dalam membina rumah tangga itu.Adakah ia cinta berahi atau cinta Syariee? Fikir-fikirkanlah.

 

Ayuh! Mari kita transformasikan cinta kita.Dari berahi menuju Syariee.

 

Keduanya,kita melihat betapa parahnya keadaan masyarakat Mesir ketika itu. Hal ini di gambarkan dengan begitu mendalam dari gosip-gosip wanita-wanita pembesar itu.

 

“Qad syagaffaha hubba..” begitu para wanita itu sibuk bergosip sesama mereka.Sibuk memperkatakan dosa dan kesalahan orang lain. Sibuk menghebahkan dan mengkhabarkan keaiban Zulaikha pada khalayak ramai.

 

Subhanallah.Di sini kita belajar.Peristiwa ini terus berulang,dan terus berulang.Masyarakat hari ini terus mewarisi kejahilahan wanita-wanita kota Mesir.Lihat saja,betapa larisnya tabloid yang menghebahkan berita-berita penceraian artis.Kisah artis atau Ustaz di tangkap khalwat menjadi ‘gula’ dalam masyarakat.Membuka keaiban Muslim lainnya menjadi hal yang di banggakan,bahkan syarikat penyiaran dan percetakan mendapat jutaan ringgit pulangan keuntungan.Dan,para wanita terus mendominasi hal ini(juga tidak terkecuali para lelaki,dan lelaki yang berlagak menjadi wanita).

 

Kepada mereka ini,saya katakan.(Saya bermohon pada Allah SWT semoga ia menjadi peringatan buat diri saya sendiri).

 

Kepada mereka yang begitu ghairah ber’mesyuarat tingkap’ untuk mengatakan hal-hal orang lain.Kepada mereka yang begitu teruja dengan khabaran dan siaran yang menghebahkan kesalahan dan keaiban orang.

 

Relakah kalau kalian jadi sasaran celaan orang lain? Mahukah kalian kalau kakak atau adik kandung kalian menjadi buah bibir masyarakat terhadap kekeliruan yang dilakukannya? Ridhakah kalian kalau ada orang membuka aib (cela) diri kalian di depan orang banyak? Kalau kalian tidak suka itu semua, begitu juga dengan orang lain,semuanya tidak akan menyukainya.

 

Karena itulah, Allah swt Yang Maha Sayang kepada hamba-hamba-Nya yang setia beriman, memperingatkan sejak awal akan bahaya ghibah (menggunjing), membuka aib seseorang. Peringatan Allah diungkapkan dengan bahasa komunikasi yang sangat efektif, dengan cara memberikan perumpamaan orang yang menggunjing saudaranya seperti menyantap daging segar saudaranya yang sudah menjadi mayit itu. Artinya kalau memakan daging mayit tidak disukai, maka mengapa orang suka membicarakan keburukan dan aib saudaranya yang jauh dari pengetahuannya.

 

“..dan jangan pula setengah kamu mengumpat yang lain. Sukakah salah seorang kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentu kamu benci memakannya. Takutlah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Surah al-Hujurat : 12)

 

Kadang orang tidak sadar ia telah melakukan ghibah dan saat diperingatkan ia menjawab “Yang saya katakan ini benar adanya!” Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dgn tegas menyatakan perbuatan tersebut adalah ghibah. Ketika ditanyakan kepada beliau bagaimana bila yg disebut-sebut itu memang benar adanya pada orang yg sedang digunjing-kan beliau menjawab “Jika yg engkau gunjingkan benar adanya pada orang tersebut maka engkau telah melakukan ghibah dan jika yg engkau sebut tidak ada pada orang yg engkau sebut maka engkau telah melakukan dusta atasnya.

 

Ketahuilah,bahawa Ghibah tidak terbatas dgn lisan saja namun juga bisa terjadi dgn tulisan atau isyarat seperti kerdipan mata gerakan tangan cibiran bibir dan sebagainya. Sebab intinya adl memberitahukan kekurangan seseorang kepada orang lain. Suatu ketika ada seorang wanita datang kepada ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Ketika wanita itu sudah pergi ‘Aisyah mengisyaratkan dgn tangannya yg menunjukkan bahwa wanita itu berbadan pendek. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantas bersabda “Engkau telah melakukan ghibah!” Semisal dengan ini adalah gerakan memperagakan orang lain seperti menirukan cara jalan seseorang cara berbicaranya dan lain-lain. Bahkan yg demikian ini lebih parah daripada ghibah kerana di samping mengandung unsur memberitahu kekurangan orang juga mengandung tujuan mengejek atau meremehkan.

 

Kepada mereka ini,dengan penuh cinta kasih,saya mengajak kalian untuk menghayati hadis ini.

 

“Wahai orang-orang yang percaya kepada lisannya, tapi tidak mempercayai hati nuraninya”, sabda baginda Rasulullah Sholla Allahu A’laihi Wassalam, “janganlah kalian menggunjing saudaramu sesama muslim, jangan pula membuka auratnya (aibnya), karena siapa yang membuka aurat saudaranya niscaya Allah akan membuka aib dirinya, barang siapa yang Allah buka aib dirinya, Dia akan mencela dirinya walau di dalam rumahnya” (H.R. Ibnu Abid-Dunya, Abu Daud dari hadits Abu Burzah dengan sanad yang jayyid).

 

Shodaqa Rasulullah ShollaAllahu A’laihi Wassalam.

 

……………………………………………………………………………………..

 

Tamat siri ke-2 dari serial tadabbur surah Yusuf.semoga ada manfaatnya buat saya dan teman-teman semua.Semoga ada pahalanya buat saya.Saya berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar tetap mengikhlaskan hati saya dan membantu saya dalam menjalani kehidupan ini.PadaNYA saya berharap dan hanya padaNYA saya mengadapkan seluruh wajah saya.Begitu juga saya doakan buat teman-teman semua.Semoga Hidayah dan TaufiqNYa kan senantiasa memayungi kita.InsyaAllah.

 

Bersambung siri ke-3 dari serial tadabbur Yusuf

 

Yusuf Dewasa :Keteladanan dalam kepimpinan,keperibadian dan kehidupan.

 

InsyaAllah.



<Photo 1>

Advertisements

selamat tiba..dengan perjalanan yang berbeza

Salam ukhwah

 

saya selamat tiba di bumi langkawi. Bumi yang barangkali sudah 2-3 tahun kami menetap disini.Daerah yang kecil. Tetapi menenangkan. Seperti yang saya kata sebelum ini. Saya sukakan pantai dan air nya. Bukit dan pulaunya. Semuanya terangum di bumi ini. Dan bersyukur, walaupun saya pulang tetap ada sahabat seperjuangan di mana-mana.

 

Sampai nya saya disini, Capati di kedai Hj Ali tempat pertama saya serbu. Mama dan Abah saya tiada di Malaysia. Mereka menunaikan haji di Makkah. Jadi, tibanya saya di Langkawi disambut adik perempuan saya, kami ke mamak.

Dan setibanya di rumah selepas berehat-rehat melepaskan lelah, saya mengubat rindu bertemu adik-adik di surau asrama sekolah ini.

Adik-adik yang punya idealisme yang tinggi. Yang kini sedang mengambil SPM.

Saya cuma sempat berkongsi idealisme yang kami cuba bawakan bersama mereka cuma 2 bulan sahaja secara fizikal ketika cuti yang lepas dan selepas itu melalui perbualan telefon.

Hebat.

Anak muda yang umurnya masih kanak-kanak. Yang belum lagi benar melihat dunia.Punya keinginan kuat mengislahkan bumi.mengislahkan ummat.

Dan sayang jika mereka ini disia-siakan .

Bahkan lagi sayang jika kekuatan mereka disalah gunakan.

Malah lagi sedih kiranya, mereka tidak mendapat kefahaman yang benar.

 

 

insyaAllah..cuti ini pasti akan terisi dengan kesibukan yang dahsyat, Banyak perancangan yang perlu dilakukan. Seperti cuti terdahulu, 3 bulan saya memang jarang melekat di rumah.

Sampaikan kawan-kawan senior dari kampus yang berjalan-jalan ke langkawi dan melawat saya di rumah, tetapi saya tiada. Dan mereka cuma dilayan oleh abah dan mama saya sahaja.

Dan saya menjangka kan hal yang sama. Bukan mengeluh. Bahkan gembira  berada dalam jalan ini.

Sebab, jika pemuda itu tidak disibukkan dengan kebaikan, dia akan disibukkan dengan keburukan dan kejahatan. sebagaimana air yang statik, akan menjadi buruk dan tidak elok.

itu benar. saya student geology. Kami juga belajar tentang kualiti air. Dan air yang tak mengalir itu lah air yang paling rendah kualitinya.

Bukankah sama untuk kamu wahai pemuda-pemuda yang tidak bergerak?

Kita lihat betapa sebenarnya pemuda lah menggubah dan mengubah sebuah sejarah.

Kita dibuktikan dari pemuda bernama Ibrahim.Pemuda bernama Yusuf.Pemuda-pemuda yang digelar pemuda Kahfi. Bahkan kita juga pernah mendengar tentang Muhammad Al Fateh.

Tentang Hassan Al Banna. Dan ramai lagi pemuda yang membuat perubahan yang besar.

Kita pernah dengar tentang revolusi Perancis. Tentang “minum untuk keamanan” dan banyak lagi yang dilakukan pemuda-pemuda.

Tapi di mana pemuda Muslim sekarang?

Clubbing?

Dota?

Berkepit bersama kekasih-kekasih?

 

Ganja?

Inilah tenaga-tenaga yang disibukkan dengan keburukan.

Kita lihat kekuatan yang besar di guna untuk kebaikan, hasilnya adalah keindahan yang hebat.

 

Tetapi bila kekuatan yang besar diguna untuk keburukan, hasilnya adalah kekejian yang tiada bandingan.

Dan itu lah yang kita lihat hasilnya sekarang!!

 

 

Pada pemuda yang terbazir waktunya.

Pada pemuda yang hilang arah tujunya.

Marilah kepada Islam yang kami bawakan.

Sertailah bahtera perubahan ini.

Yang di dalam nya aku ajak kamu mensucikan diri mu untuk bertemu Tuhan mu.

Sebagaimana Musa mengajak firaun dalam dialog yang itu di dalam kalam Tuhan yang agung dalam surah An Naziat…

 

MARILAH….

 

Di mana aku di mata Mu…

 

Tuhan,

ketika aku melintas pantai ini.

Dan langit Mu cerah menyinar diri ku.

Di mana aku di mata Mu.

 

Ketika langkah kaki ku menapak butir putih pasir itu.

Dan ombak Mu memukul-mukul kecil kaki ku.

Kaki yang kadang bermaksiat.

Kaki yang kadang mengikut jejak malaikat.

Dan aku bertanya pada diri ku.

Adakah Kau juga berikan aku pukulan-pukulan kecil pada hidup ku.

Maka ku boleh menatap langit sedang kaki ku tegap di bumi?

Atau Kau lupa pada ku dan biarkan hidup ku pada diriku yang tak mampu.

 

Tuhan.

Angin pantai itu yang gah dan kuat.

Tapi tetap lembut menyapa pipi ku dan jasadku.

Sedang di kiri ku,

pohon-pohon.

Tumbang.

Tegap.

Berayun-ayun.

Dan aku sebenarnya di mana?

Adakah aku sang pohon yang tegap itu.

Atau aku sudah jatuh tanpa ku sedar.

 

Tuhan.

Kau telah mengasingkan darat dan laut.

Langit dan bumi.

Bahkan jiwa juga kau sudah memisahkan nya.

Maaf khilafku Tuhan..

Kerna barangkali belum aku mampu membeda apa ada dalam diriku.

adakah hitam yang ku lahap.

atau putih yang menyeliputi ku.

Maka aku bertanya, [bermohon kepada Mu]

Pisahkan lah hitam itu dari putihnya fitrah ku pada Mu.

 

Tuhan.

Sebagaimana mentari begitu cinta pada Mu.

Tunduk mengikut atur waktu.

Dan sebagaimana langit begitu kasih pada Mu.

Tegak dan tegap.

Teguh mengikut titah Mu.

aku barangkali keliru pada benar atau tidak nya Cinta ku pada Mu.

 

setiap lafaz.

mudah di ucap.

Setiap kata.

mudah di lontar

 

Tetapi, sebenar mana kata Cinta ini.

 

Tuhan…

Pantai ini menyaksikan hidup manusia.

Lautnya adalah tanah rezeki nelayan membenih tanaman rezeki mereka.

Buminya punya harta mewah.

Bahkan langitnya membawa memori manusia pergi.

Dan ada yang mulia.

Dan ada pula yang terhina.

Maka ketika itu nanti…

Aku berada dalam yang mana???

 

Tuhan..

Kau menguasai pantai ini.

Bahkan seluruh hidup yang ada dalam hidup pantai ini.

Bahkan aku yang  berdiri di sini.

Dan bukan aku ingin merungkai filsafat manusia tentang diri Mu.

Cuma sekali lagi aku ingin bertanya…

Di mana aku di mata Mu????

 

[24/11/10.Pantai Kg Pulau Melayu. 5.40 p.m. sebelum maghrib.seusai peperiksaan Igneous]

…………………………………………………………….

 

Ketika di pantai itu,saya bermonolog sendiri. Dan apa yang saya ingat saya katakan ketika itu, saya nyatakan dalam sajak ini.

Bukan niat untuk berbahas tentang mata Tuhan, atau tangan Tuhan atau Dzat atau yang lain.

Bukan itu.Kenapa perlu berbicara tentang hal itu.

Saya cuma mahu bertanya….sebagaimana kamu juga patut bertanya.

Jika Tuhan berada dalam wajah Nya yang sebenar.Di hadapan kita.Dimana sebenarnya kita dalam pandangan Nya..

Adakah yang mulia.Dilayannya layak sebagai kekasih.

Atau diri ini terhina.

 

Kadang kita merasa kita paling mulia.

Mungkin juga kita rasa kita punya segala.

Bahkan terus terang bagi saya, kadang-kadang kebenaran sudah ada di depan mata.

Tetapi jalan yang lain yang kita pilih.Jalan yang cuba kita warnakan dengan kepalsuan.

Kononnya melenyapkan jahiliah yang ada dalam itu.

Tetapi itu lah kekejian paling nyata.

Buat mereka yang sudah mengetahui tetapi membiarkan diri mereka terhina.

 

Tuhan.. aku dimana???

Plan cuti….

Exam dah habes.

 

Macam doctor yang baru lepas buat operation,ayat seorang student juga sama :

” Kami dah buat yang terbaik.Sekarang kita cuma mampu berdoa dan berharap”

 

hehehehe.

 

Jadi, sekarang ni dah mula cuti.

Saya akan balik 28 hb ni. 4.30 petang.

sampai langkawi dalam pukul 10.

 

Tak sabar. Abah dan Mama saya tiada di rumah. Cuma ada adik saya. Dan seekor kucing yang gemok!!!

 

Jadi, saya dah rancang apa plan cuti ni.

 

1. Ke singapore.Sepupu walimah.and boleh pergi jalan-jalan sekali..

2.Program.macam biasa tak perlu bagi tahu.

3. Gunting rambut or bela rambut,which one? advice.

4. Cari kerja di Geopark.

5. Gym. yeaaaa… I really need to shape up. Balik je berat turun..Bila balik semula ke curtin, berat naik… apakah!!!

6. Prepare for FYP.

7. Sambung menulis novel. Saya sudah mula kan menulis. Sedang cuba untuk teruskan.Moga itu bermanfaat.

8.Ada satu secret plan..yang ni x leh gitau.

 

and banyak lagi plan….

 

Mungkin orang boleh anggap saya agak pelik, sebab seronok nya saya bukan dekat pergi jalan-jalan.happy2, main game or lain-lain. Kalau tengok hidup biasa saya, orang lain boleh kata : boring. Tapi sebenar2 yang memberikan kehidupan kepada saya adalah dalam jalan perjuangan Islam. Bertemu manusia2. Berbincang.Berprogram. Dekat situ barangkali saya menjadi orang yang berbeza. Yang mungkin lebih seronok. Yang lagi banyak berbual. Bergurau. kot.

Dan sebab itu, mungkin saya perlukan teman hidup yang sama seperti saya.maksudnya dalam jalan perjuangan Islam.

Gi main bowling.

Tengok wayang.

Main pool or snooker

Disneyland , theme park or whatever..

ARE really NOT me….

 

reading

tengok laut.

panjat bukit.

masuk gua.

writing.

berjumpa manusia dan berbincang.

things that make me compete….

that one makes ALL in me…

 

 

…………………………………………..

dah jadi macam biography pulak ye…

 

 

…..

ok.tu je lah.

salam….

 

satu perkongsian : Bicara dari Allah…

Salam ukhwah.

 

subhanallah…hari ini Allah berbicara dengan saya dan saya rasa saya patut kongsikan. Biar ambil masa sedikit menulis sebelum saya sambung study untuk exam akhir ni.

 

Petang tadi saya berjumpa lecturer untuk tengok markah. Sebab soalan tu sama dengan notes yang pernah saya baca,maka datang dengan yakin lah kononnya. Tapi datang-datang dan bila tengok markah sangat hampa. Sedih betul. Semester ni memang bukan lah semester saya yang paling baik. Saya bukanlah pelajar top scorer cuma setiap SEM, result saya ada bertambah baik walaupun sikit. Tapi bila tengok markah dan bila bayangkan secara purata markah yang lain, rasa kecewa.amat sangat… sebab, kalau ikut purata semua SEM, markah saya tak lah paling tinggi but kira ok jugak lah.kira boleh lepas gak lah…

 

but bila tengok markah tu, adeh….

 

bukanlah saya bercita-cita nak kerja dengan petronas. saya pernah tulis dulu yang saya barangkali mahu sambung belajar dan masuk dalam bidang education.

But tak best lah jatuh markah.

So,bila balik ke rumah dengan hati tensyen, buka FB inbox, seorang sahabat,seorang ikhwah.Seorang yang saya anggap nya macam abang saya.Dan bapa nya macam abah saya juga kerna dia banyak mendidik dan membina saya, hantar sebuah video.

video tentang bangkit dari sebuah kesulitan. Menempuhi perkara yang mustahil.

Dan setelah tu saya bergerak pula ke masjid. Selalunya saya solat jemaah di rumah dengan kawan-kawan serumah dari Abu Dhabi,Afrika dan Pakistan.

Tapi hari ini, terasa mahu ke masjid, dan di sana Allah bicara lagi. Melihat orang-orang yang kalau biasanya kita kata ” Duduk rumah je lah.Dah tak larat” . Mereka ini datang ke masjid. Ada yang berbasikal jauh. Ada yang berjalan kaki.

 

Dan ada juga sahabat2 dari jemaah tabligh yang dah benar-benar tua. Juga turut merantau dengan jauh.Membawa tujuan mereka.

Baarangkali itu bicara Allah untuk saya.

Untuk jangan berputus asa!!!

Kenapa jadi macam tu?? Korang pasti taw.

salam ukhwah

 

tensyen.

tak stabil kepala.

ada mereng sikit.

Duduk je dalam rumah tak keluar-keluar.

Solat jemaah pun dengan housemate.[ni dari awal-awal.Sebab kalau tak satu rumah solat sendiri-sendiri.Best jemaah dengan diorang.Masing-masing lain-lain mazhab.]

Cuma keluar untuk program sahaja.

Tapi best study sambil dengar Quran kat computer.aman. tenang.

Kena berjumpa manusia balik lepas habis ni.

 

Tau tak kenapa ini semua terjadi?

Anda pasti tahu!!!

Sebab sekarang dalam musim:

EXAM!!!

 

Doakan saya ye dan kawan-kawan saya.

15/11 Metamorphic Petrology

16/11 Igneous Phase Diagram

19/11 Geophysic

24/11 Igneous Petrology

 

Doa daripada anda semua memang saya hargai.

 

Terima kasih ye semua.

 

Wallahua’lam.

 

 

If today was your last day

My best friend gave me the best advice
He said each day’s a gift and not a given right
Leave no stone unturned, leave your fears behind
And try to take the path less traveled by
That first step you take is the longest stride

If today was your last day and tomorrow was too late
Could you say goodbye to yesterday?
Would you live each moment like your last
Leave old pictures in the past?
Donate every dime you had, if today was your last day?
What if, what if, if today was your last day?

Against the grain should be a way of life
What’s worth the price is always worth the fight
Every second counts ’cause there’s no second try
So live like you’re never living twice
Don’t take the free ride in your own life

If today was your last day and tomorrow was too late
Could you say goodbye to yesterday?
Would you live each moment like your last?
Leave old pictures in the past?
Donate every dime you had?

And would you call those friends you never see?
Reminisce old memories?
Would you forgive your enemies?
And would you find that one you’re dreaming of?
Swear up and down to God above
That you’d finally fall in love if today was your last day?

If today was your last day
Would you make your mark by mending a broken heart?
You know it’s never too late to shoot for the stars
Regardless of who you are

So do whatever it takes
‘Cause you can’t rewind a moment in this life
Let nothing stand in your way
‘Cause the hands of time are never on your side

If today was your last day and tomorrow was too late
Could you say goodbye to yesterday?
Would you live each moment like your last?
Leave old pictures in the past?
Donate every dime you had?

And would you call those friends you never see?
Reminisce old memories?
Would you forgive your enemies?
And would you find that one you’re dreaming of
Swear up and down to God above
That you’d finally fall in love if today was your last day?

 

………………………………………………………….

Nickelback

………………………………………………………….

If today was my last day..or what if tomorrow will be my last day….