Di mana aku di mata Mu…

 

Tuhan,

ketika aku melintas pantai ini.

Dan langit Mu cerah menyinar diri ku.

Di mana aku di mata Mu.

 

Ketika langkah kaki ku menapak butir putih pasir itu.

Dan ombak Mu memukul-mukul kecil kaki ku.

Kaki yang kadang bermaksiat.

Kaki yang kadang mengikut jejak malaikat.

Dan aku bertanya pada diri ku.

Adakah Kau juga berikan aku pukulan-pukulan kecil pada hidup ku.

Maka ku boleh menatap langit sedang kaki ku tegap di bumi?

Atau Kau lupa pada ku dan biarkan hidup ku pada diriku yang tak mampu.

 

Tuhan.

Angin pantai itu yang gah dan kuat.

Tapi tetap lembut menyapa pipi ku dan jasadku.

Sedang di kiri ku,

pohon-pohon.

Tumbang.

Tegap.

Berayun-ayun.

Dan aku sebenarnya di mana?

Adakah aku sang pohon yang tegap itu.

Atau aku sudah jatuh tanpa ku sedar.

 

Tuhan.

Kau telah mengasingkan darat dan laut.

Langit dan bumi.

Bahkan jiwa juga kau sudah memisahkan nya.

Maaf khilafku Tuhan..

Kerna barangkali belum aku mampu membeda apa ada dalam diriku.

adakah hitam yang ku lahap.

atau putih yang menyeliputi ku.

Maka aku bertanya, [bermohon kepada Mu]

Pisahkan lah hitam itu dari putihnya fitrah ku pada Mu.

 

Tuhan.

Sebagaimana mentari begitu cinta pada Mu.

Tunduk mengikut atur waktu.

Dan sebagaimana langit begitu kasih pada Mu.

Tegak dan tegap.

Teguh mengikut titah Mu.

aku barangkali keliru pada benar atau tidak nya Cinta ku pada Mu.

 

setiap lafaz.

mudah di ucap.

Setiap kata.

mudah di lontar

 

Tetapi, sebenar mana kata Cinta ini.

 

Tuhan…

Pantai ini menyaksikan hidup manusia.

Lautnya adalah tanah rezeki nelayan membenih tanaman rezeki mereka.

Buminya punya harta mewah.

Bahkan langitnya membawa memori manusia pergi.

Dan ada yang mulia.

Dan ada pula yang terhina.

Maka ketika itu nanti…

Aku berada dalam yang mana???

 

Tuhan..

Kau menguasai pantai ini.

Bahkan seluruh hidup yang ada dalam hidup pantai ini.

Bahkan aku yang  berdiri di sini.

Dan bukan aku ingin merungkai filsafat manusia tentang diri Mu.

Cuma sekali lagi aku ingin bertanya…

Di mana aku di mata Mu????

 

[24/11/10.Pantai Kg Pulau Melayu. 5.40 p.m. sebelum maghrib.seusai peperiksaan Igneous]

…………………………………………………………….

 

Ketika di pantai itu,saya bermonolog sendiri. Dan apa yang saya ingat saya katakan ketika itu, saya nyatakan dalam sajak ini.

Bukan niat untuk berbahas tentang mata Tuhan, atau tangan Tuhan atau Dzat atau yang lain.

Bukan itu.Kenapa perlu berbicara tentang hal itu.

Saya cuma mahu bertanya….sebagaimana kamu juga patut bertanya.

Jika Tuhan berada dalam wajah Nya yang sebenar.Di hadapan kita.Dimana sebenarnya kita dalam pandangan Nya..

Adakah yang mulia.Dilayannya layak sebagai kekasih.

Atau diri ini terhina.

 

Kadang kita merasa kita paling mulia.

Mungkin juga kita rasa kita punya segala.

Bahkan terus terang bagi saya, kadang-kadang kebenaran sudah ada di depan mata.

Tetapi jalan yang lain yang kita pilih.Jalan yang cuba kita warnakan dengan kepalsuan.

Kononnya melenyapkan jahiliah yang ada dalam itu.

Tetapi itu lah kekejian paling nyata.

Buat mereka yang sudah mengetahui tetapi membiarkan diri mereka terhina.

 

Tuhan.. aku dimana???

2 thoughts on “Di mana aku di mata Mu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s