Tinggalkan Satu Peluru

 

 

Hidup semalam banyak mengajariku
Ingat-ingat tinggalkan satu peluru
Takut-takut kawan yang berganding bahu
Berkesudahan menjadi seteru

Mana tahu?
Dah jadi hantu

Selagi genting belum datang mengetuk pintu
Siapakah yang kanan
Siapa pula yang kiri
Wayang dulu tak pernah reda
Hitam putih terus bertingkah
Helah menghelah mencuri mimpi

Di mana helang terbang ke situku tuju
Biar pun angin mengganas menusuk tubuh
Di mana, biarpun ke pusar mentari ku pergi
Asalkan ku menang

Begitu juga kata-kata rindu dan cinta
Sehati sejiwa, hidup dan mati bersama
Dusta kini sudah lumrah
Hingga benar sukar diterima
Yang tewas tak pernah di puja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s